Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khotbah Jumat: Baiat Ridwan



KHOTBAH PERTAMA


الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ، أَمَّا بَعْدُ.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ


Jemaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah Swt.

Alhamdulillah, marilah kita panjatkan puji dan syukur hanya kepada Allah Swt, yang telah melimpahkan kehidupan dan kenikmatan yang tiada bandingan.

Shalawat dan salam mari kita curahkan kepada junjungan kita baginda Nabi Muhammad Saw, nabi yang membawa petunjuk kebenaran dan menuntun umat menuju jalan keselamatan. Tak lupa kepada keluarga beliau, para sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita meningkatkan ketakwaan dengan memperbanyak amal kebaikan, agar kehidupan kita dipenuhi keberkahan dan dijauhkan dari segala keburukan.


Jemaah Shalat Jum'at Yang Dimuliakan Allah Swt.

Bulan ini adalah Bulan Dzulqa'dah, yang bertepatan dengan sebuah peristiwa agung… tahun ke-6 Hijriyah (627M)… di sebuah tempat bernama Hudaibiyah (sebuah tempat yang berjarak kurang lebih 22km sebelah barat dari mekkah).

Saat itu, Rasulullah Saw bersama sekitar 1.400 sahabat... berangkat dari Madinah… berpaikaian ihram bukan untuk perang… tapi untuk umrah… membawa niat suci… yakni hati yang damai…

Namun kaum Quraisy menghalangi… mereka tidak mengizinkan Rasulullah masuk ke Makkah…

Di tengah ketegangan itu… Rasulullah Saw mengutus Utsman bin Affan ke Makkah… untuk berdialog…untuk berdiskusi...

Tapi tiba-tiba tersebar kabar… bahwa Utsman telah dibunuh…

Allahu Akbar…

Mendengar kabar itu, darah para sahabat mendidih… bukan karena dendam pribadi… tapi karena cinta kepada Rasulullah Saw…

Maka di bawah sebuah pohon… Rasulullah Saw memanggil para sahabat…

Dan satu per satu… para sahabat datang… mengulurkan tangan… dan menyatakan berbaiat kepada Rasulullah Saw…

Baiat untuk setia… baiat untuk tidak lari… bahkan baiat untuk mati…

Inilah yang disebut Baiat Ridwan… baiat yang membuat Allah ridha…

Allah Swt mengabadikan peristiwa baiat ini dalam surat Al-Fath/48:18:

۞ لَقَدْ رَضِيَ اللّٰهُ عَنِ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ يُبَايِعُوْنَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَيْهِمْ وَاَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيْبًاۙ

Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat, (Al-Fatḥ [48]:18)

Perhatikan redaksi ayat ini… bukan manusia yang memuji… tapi Allah sendiri yang menyatakan ridha…

Semantara dalam hadis Imam Tirmidzi... diriwayatkan dari sahabat Jabir, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

لَا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ مِمَّنْ بَايَعَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang berbaiat di bawah pohon itu.” (HR. Tirmidzi)

Dari ayat dan hadis tadi, jelas ini adalah jaminan dari langit… bukan sekadar penghargaan… tapi keselamatan…

Ada sebuah kaidah ushul fiqh yang mengatakan:

العِبْرَةُ بِعُمُومِ اللَّفْظِ لَا بِخُصُوصِ السَّبَبِ

“Yang menjadi patokan adalah keumuman lafaz, bukan kekhususan sebab.”

Maksud: Walau ayat turun untuk sahabat, pelajarannya berlaku umum.
Contoh: Siapa pun yang memiliki kesetiaan total kepada Allah dan Rasul-Nya... dia akan mendapatkan ridha Allah Swt.

Jemaah Shalat Jum'at Yang Dimuliakan Allah

Pertanyaanya, apa yang membuat 1.400 orang rela mati… tanpa jaminan kemenangan?

Tidak ada strategi perang… tidak ada keunggulan jumlah…

Yang ada hanya satu: iman…
Apa artinya… orang yang yakin akhirat lebih besar dari dunia… dia tidak akan takut kehilangan dunia…

Tapi kita hari ini…
kehilangan sedikit saja… sudah gelisah…
kehilangan jabatan… panik…
kehilangan pujian… sedih…

Sementara para sahabat… mereka siap kehilangan nyawa… demi satu hal: kesetiaan kepada Rasulullah Saw…

Ada sebuah kaidah yang mengatakan:

مَنْ عَرَفَ الْغَايَةَ هَانَ عَلَيْهِ الطَّرِيقُ

“Siapa yang tahu tujuannya, maka ringan baginya jalan.”

Maksud: Tujuan yang jelas membuat pengorbanan terasa ringan.
Contoh: Para sahabat menjadikan ridha Allah sebagai tujuan, sehingga ujian berat apapun... termasuk taruhan nyawa sekalipun... terasa ringan baginya.

Jemaah... bayangkan ada seorang anak kecil… yang menggenggam tangan ayahnya… saat menyeberang jalan yang ramai…

Dia tidak melihat kendaraan… dia tidak tahu bahaya… tapi kenapa dia tenang… karena dia yakin… ayahnya tidak akan melepaskannya…

Begitulah para sahabat… mereka tidak melihat masa depan… mereka tidak tahu hasil… tapi mereka yakin… Allah tidak akan meninggalkan mereka!

Jemaah… kita ini sering seperti orang yang berjalan sendiri… padahal tangan Allah terbuka lebar… rahmat Allah tak bertepi...tapi kita tidak mau menggenggamnya…

Jemaah Shalat Jum'at Yang Dimuliakan Allah Swt.

Dikisahkan ada seorang ulama yang alim dan ahli ibadah… suatu malam ia bermimpi melihat para sahabat Nabi berkumpul… wajah mereka bersinar… penuh ketenangan…

Ia bertanya: “Apa yang membuat kalian sampai pada derajat ini... wahai para sahabat?”

Salah satu sahabat menjawab: “Kami tidak lebih banyak ibadah dari kalian… tapi kami memiliki sesuatu yang mungkin kalian lupakan…”

Sang ulama bertanya: “Apa itu?”

Sahabat itu berkata: “Kami tidak pernah menawar cinta kami kepada Rasulullah Saw…”

Mendengar jawaban itu... Ia pun terbangun… hatinya bergetar… ia mulai menangis…

Kemudian berkata dalam hatinya yang tulus : 
“Ya Allah… aku banyak shalat…
aku banyak puasa…
aku banyak sedekah...
aku haji dan umrah berkali-kali..
tapi cintaku ini masih penuh hitungan…
masih penuh syarat…
Ampuni aku Ya Allah, oleh sebab itu turunkanlah ramah dan ridhamu untuk ku”

Maka sejak hari itu… ia mengubah hidupnya… bukan hanya menambah amalnya… tapi memperbaiki cintanya dengan menghidupkan sunnah-sunnahnya.

Jemaah… Baiat Ridwan bukan sekadar sumpah… itu adalah bukti cinta tanpa syarat…

Ada sebuah kaidah yang mengatakan:

المَحَبَّةُ تَقْتَضِي الطَّاعَةَ

“Cinta itu menuntut ketaatan.”

Maksud: Orang yang benar-benar cinta, pasti taat tanpa banyak alasan.
Contoh: Para Sahabat tidak bertanya “kenapa kami harus berbaiat kepadamu... Ya Rasulallah?”...,
tapi mereka langsung berkata “kami siap hidup dan mati bersamamu...Ya Rasulallah!”

Jemaah Shalat Jum'at Yang Dimuliakan Allah Swt.

Mari kita bertanya pada diri kita… sudah sejauh mana kita mencintai Allah dan Rasul-Nya?

Kalau hati ini belum bergetar...
Kalau mata ini belum sampai meneteskan air mata…
mungkin kita belum benar-benar merasakannya…

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللَّهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.


KHOTBAH KEDUA


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ، أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللّهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. 
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
 رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ، رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.


Penulis:
Pengasuh Mahad Bahasa Adab