Istilah Tartil, Tilawah, Qiraah, Tahsin, Murattal, Mujawwad, Maqam, Nagham, apa itu?
Tartil, Murrattil, Murrattal
ุฑَุชََّู - ُูุฑَุชُِّู : membaca atau melagukan al - Quran dengan pelan dan jelas ; 2. melagukan , menyanyikanุฑุชู : ุฑุชََّู ُูุฑุชِّู، ุชุฑุชููุงً، ููู ู
ُุฑุชِّู، ูุงูู
ูุนูู ู
ُุฑุชَّู
• ุฑุชَّู ุงููุงุฑุฆُ ุงُููุฑุขَู: ุฌَّูุฏ ุชูุงูุชَู ูุชุฃَّูู ูููุง ููู
ูุนุฌู "{َูุฑَุชِِّู ุงُْููุฑْุกَุงَู ุชَุฑْุชِููุงً}" ุงูู
ُุตุญู ุงูู
ُุฑุชَّู: ุงُููุฑุขู ุงูู
ุฌَّูุฏ ุจุฏูู ุชุบٍّู ุฃู ุชูุญูู- ุฑุชَّู ุนูู ู
ุณุงู
ุนูู
: ุชุนุจูุฑ ุฅุฐุงุนู َูุชْุจَุน ูุฑุงุกุฉ ุงููุฑุขู.
• ุฑุชَّู ุงูููุงู
َ: ุฃุญุณู ุชุฃูููู ูุฌَّูุฏู.
• ุฑุชَّู ุงُููู ุงููุฑุขَู: ุฃูุฒูู ู
ูุณّู
ًุง ุนูู ุญุณุจ ุงูุฃุณุจุงุจ ูู ุชุคุฏุฉ ูุชู
ّูู "{َูุฐََِูู ُِููุซَุจِّุชَ ุจِِู ُูุคَุงุฏََู َูุฑَุชََّْููุงُู ุชَุฑْุชِููุงً}".
Dari kamus diatas, maka dari kata ุฑุชู diperoleh turunan kata:
Tartil adalah isim masdar, artinya bacaan
Murattil adalah isim fail, artinya yang membaca
Murrattal adalah isim maf'ul, artinya yang dibaca
Kata tartil dalam Alquran:
Al-Qur'an surah Al-Furqฤn ayat 32
ََููุงَู ุงَّูุฐَِْูู ََููุฑُْูุง ََْูููุง ُูุฒَِّู ุนََِْููู ุงُْููุฑْุงُٰู ุฌُู
َْูุฉً َّูุงุญِุฏَุฉً ۛ َูุฐَِٰูู ۛ ُِููุซَุจِّุชَ ุจِูٖ ُูุคَุงุฏََู َูุฑَุชَُّْٰููู ุชَุฑْุชًِْููุง
Orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah,531) agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar).
TAFSIR TAHLILI
(32) Orang-orang kafir dan orang-orang Yahudi bertanya mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan kepada Muhammad sekali turun, seperti kitab-kitab Allah sebelumnya, yaitu kitab Taurat kepada Musa dan Zabur kepada Daud. Allah menolak pertanyaan mereka itu dan menerangkan mengapa Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur. Al-Qur'an diturunkan berangsur-angsur agar Allah memudahkan dan menguatkan hati Nabi Muhammad. Allah berfirman:
َُููุฑْุงًٰูุง َูุฑَُْٰููู ِูุชَْูุฑَุงَูٗ ุนََูู ุงَّููุงุณِ ุนَٰูู ู
ُْูุซٍ ََّููุฒَُّْٰููู ุชَْูุฒًِْููุง
Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap. (al-Isrฤ'/17: 106); Turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur memang mengandung banyak hikmah, di antaranya:
1. Nabi Muhammad sering berjumpa dengan malaikat Jibril sehingga banyak menerima nasihat guna menambah semangat, kesabaran, dan ketabahan dalam menunaikan risalah-Nya.
2. Karena Nabi Muhammad tidak dapat membaca dan menulis (ummi) maka seandainya Al-Qur'an itu diturunkan sekaligus, tentu ia akan kesulitan untuk menghafalnya.
3. Supaya hafalannya lebih mantap, sempurna, dan terhindar dari segala kealpaan.
4. Seandainya Al-Qur'an itu diturunkan sekaligus, tentu syariat-syariatnya pun diturunkan sekaligus. Hal yang demikian itu pasti mengakibatkan banyak kesulitan. Akan tetapi, karena turunnya berangsur-angsur maka syariat pun diberlakukan secara berangsur-angsur sehingga mudah dilaksanakan, baik oleh Rasul maupun umatnya.
5. Karena turunnya Al-Qur'an banyak berkaitan dengan sebab-sebab turunnya seperti adanya berbagai pertanyaan, peristiwa, atau kejadian, maka turunnya secara bertahap lebih berkesan dalam hati para sahabat karena mereka bisa menghayatinya peristiwa demi peristiwa.
6. Kalau dengan turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur saja, mereka tidak mampu meniru Al-Qur'an walaupun satu ayat, apalagi jika diturunkan sekaligus.
7. Sebagian hukum syariat Islam turun sesuai dengan perkembangan kaum Muslimin pada waktu itu. Kemudian setelah mereka bertambah cerdas dan mantap keimanannya, barulah diterapkan syariat Islam yang lebih sempurna dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang turun kemudian. Seandainya Al-Qur'an diturunkan sekaligus tentu hal demikian itu tidak mungkin terjadi.
Al-Qur'an surah Al-Muzzammil ayat 4
ุงَْู ุฒِุฏْ ุนََِْููู َูุฑَุชِِّู ุงُْููุฑْุงَٰู ุชَุฑْุชًِْููุงۗ
atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
TAFSIR TAHLILI
(4) Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya membaca Al-Qur'an secara seksama (tartil). Maksudnya ialah membaca Al-Qur'an dengan pelan-pelan, bacaan yang fasih, dan merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu, sehingga berkesan di hati. Perintah ini dilaksanakan oleh Nabi saw. ‘Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw membaca Al-Qur'an dengan tartil, sehingga surah yang dibacanya menjadi lebih lama dari ia membaca biasa.
Dalam hubungan ayat ini, al-Bukhฤrฤซ dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullฤh bin Mugaffal, bahwa ia berkata:
ุฑَุงَْูุชُ ุฑَุณَُْูู ุงِููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َْููู
َ َูุชْุญِ ู
ََّูุฉَ ุนََูู َูุงَูุชِِู َْููุฑَุฃُ ุณُْูุฑَุฉَ ุงَْููุชْุญِ َูุฑَุฌَّุนَ ِْูู ِูุฑَุงุกََุชِِู. (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู
ุณูู
ุนู ุนุจุฏุงููู ุจู ู
ุบّูู)
Aku melihat Rasulullah saw pada hari penaklukan kota Mekah, sedang menunggang unta beliau membaca Surah al-Fatแธฅ di mana dalam bacaan itu beliau melakukan tarjฤซ‘ (bacaan lambat dengan mengulang-ulang). (Riwayat al-Bukhฤrฤซ dan Muslim dari ‘Abdillah bin Mugaffal);Pengarang buku Fatแธฅul Bayฤn berkata, “Yang dimaksud dengan tartil ialah kehadiran hati ketika membaca, bukan asal mengeluarkan bunyi dari tenggorokan dengan memoncong-moncongkan muka dan mulut dengan alunan lagu, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan pembaca-pembaca Al-Qur'an zaman sekarang. Membaca yang seperti itu adalah suatu bacaan yang dilakukan orang-orang yang tidak mengerti agama.”
Membaca Al-Qur'an secara tartil mengandung hikmah, yaitu terbukanya kesempatan untuk memperhatikan isi ayat-ayat yang dibaca dan di waktu menyebut nama Allah, si pembaca akan merasakan kemahaagungan-Nya. Ketika tiba pada ayat yang mengandung janji, pembaca akan timbul harapan-harapan, demikian juga ketika membaca ayat ancaman, pembaca akan merasa cemas.
Sebaliknya membaca Al-Qur'an secara tergesa-gesa atau dengan lagu yang baik, tetapi tidak memahami artinya adalah suatu indikasi bahwa si pembaca tidak memperhatikan isi yang terkandung dalam ayat yang dibacanya.
Qiraah/Qiraat, Qari, Maqru,
َูุฑَุฃَ - َْููุฑَุฃُ : membaca , menceritakan
ูุฑุฃ : ูุฑَุฃَ َููุฑَุฃ، ِูุฑุงุกุฉً ُููุฑْุขًูุง، ููู ูุงุฑุฆ، ูุงูู
ูุนูู ู
َْูุฑูุก
• ูุฑَุฃ ุงููุชุงุจَ ููุญَูู:
1- ุชุชุจَّุน ููู
ุงุชู ูุธุฑًุง، ูุทู ุจูุง ุฃْู ูุง "ูููู ูุฑุงุกุฉَ ุงูุดِّุนุฑ/ ุงูุฑِّูุงูุงุช- ุงุนุชุงุฏ ุฃู ููุฑุฃ ุงูุตุญَู ุงูููู
ّูุฉ" ูุฑุฃ ุงูุนَّูุงุฏَ ูุทู ุญุณูู/ ูุฑุฃ ููุนّูุงุฏ ูุทู ุญุณูู: ูุฑุฃ ูุชุจَ ุงูุนูุงุฏ ูุทู ุญุณูู- ูุฑุฃ ุนูุงู
ุงุช ุงูุบุถุจ ุนูู ูุฌูู: ูุงุญุธูุง ِูุฑุงุณุฉً ุฃู ุนุงุฏุฉ.
2- ุฌู
ุนู ูุถู
َّู "{َูุฅِุฐَุง َูุฑَุฃَْูุงُู َูุงุชَّุจِุนْ ُูุฑْุกَุงَُูู}".
• ูุฑَุฃ ุงูุขูุฉَ ู
ู ุงููุฑุขู: ุชูุงูุง؛ ูุทู ุจูุง ุนู ูุธุฑ ุฃู ุนู ุญِْูุธ "ุฅّูู ูุงุฑุฆ ูููุฑุขู ูู ุงูุฅุฐุงุนุฉ- {َูุฅِุฐَุง َูุฑَุฃْุชَ ุงُْููุฑْุกَุงَู َูุงุณْุชَุนِุฐْ ุจِุงِููู ู
َِู ุงูุดَّْูุทَุงِู ุงูุฑَّุฌِูู
ِ}" ูุฑุฃ ุงููุฑุขَู ุนู ุธَْูุฑ ููุจ: ุญูุธًุง ุฏูู ูุชุงุจ.
• ูุฑَุฃ ุงูุบْูุจَ: ุชََّููู ุจู "ูุฒุนู
ุฃّูู ูุฌูุฏ ูุฑุงุกุฉ ุงّููู" ูุฑَุฃ ููู
ุณุชูุจู ุญุณุงุจَู: ุงุญุชุงุท ูู- ูุฑَุฃ ู
ุง ุจูู ุงูุณُّุทูุฑ: ููู
ุงูุฃู
ุฑَ ุงูู
ุถู
ุฑ، ุงุณุชุดّู ุงูู
ุนูู ุงูุถِّู
ّูู.
• ูุฑَุฃ ุนููู ุงูุณูุงู
َ: ุฃุจَْูุบَُู ุฅَّูุงู.
• ูุฑَุฃ ุนูู ููุงٍู ุงููุญَู: ุฏَุฑَุณู ุนูู ูุฏูู.
Dari kamus diatas, maka dari kata ูุฑุฃ diperoleh turunan kata:
Qiraah: bacaan
Qiraat: bacaan-bacaan (jamak)
Qari': Pembaca
Maqru': Yang dibaca
Iqra', Muqri, Muqra'
ุฃูุฑุฃ : ุฌุนَูู َููุฑَุฃ : membaca , mengajar , menyuruh membaca
ุฃูุฑุฃ : ุฃูุฑุฃَ ُููุฑุฆ، ุฅูุฑุงุกً، ููู ู
ُْูุฑِุฆ، ูุงูู
ูุนูู ู
ُْูุฑَุฃ (ููู
ุชุนุฏِّู)
• ุฃูุฑุฃุชِ ุงูู
ุฑุฃุฉُ:
1- ุญุงุถَุช.
2- ุทُูุฑุช.
• ุฃูุฑุฃ ุงูุดَّุฎْุตَ: ุฌุนูู َْููุฑَุฃُ "ุฃูุฑุฃ ุงูุชِّูู
ูุฐَ ุงูุฏุฑุณَ".
• ุฃูุฑุฃู ุงُููุฑْุขَู: ุนََّูู
ู ููุงุนِุฏَ ูุฑุงุกุชِِู "{ุณَُْููุฑِุฆَُู َููุงَ ุชَْูุณَู}".
• ุฃูุฑุฃู ุงูุณَّูุงู
َ: ุฃุจَْูุบَู ุฅّูุงู "ุฃูุฑِุฆ ู
ุญู
ّุฏًุง ุงูุณَّูุงู
َ".
Tajwid, Mujawwid, Mujawwad
ุฌูุฏ : ุฌَّูุฏَ ูุฌِّูุฏ، ุชุฌููุฏًุง، ููู ู
ُุฌِّูุฏ، ูุงูู
ูุนูู ู
ُุฌَّูุฏ (ููู
ุชุนุฏِّู)
• ุฌَّูุฏَ ุงููุงุฑุฆُ: ุฃุชู ุจุงูุชّูุงูุฉ ุนูู ูุฌููุง ุงูุญّู ูุฑุงุนู ุฃุญูุงู
َ ุงูุชّุฌููุฏ ูู ุงููุฑุขู "ูุฑุฃ ุงููุฑุขู ู
ُุฌَّูุฏًุง" ุฌَّูุฏ ุงููุฑุขู: ุฑุชَّูู ุชุฑุชููุงً.
• ุฌَّูุฏَ ุงูุนู
َู: ุฃุชููู ูุฃุญุณู ุตُْูุนَู "ุฌّูุฏ ุตَْูุนَุชู/ ุงูุฎَุทَّ- ุฌَّูุฏ ู
ูุงุดูู: ุญุณَّู ููุนูุชูุง ุนู ุทุฑูู ุณูุงูุฉ ู
ุฎุชุงุฑุฉ".
ุฌّูุฏ ุงููุงุฑِุฆُ : membaca dengan memperhatikan tajwidnya
ุชุฌููุฏٌ ูู ุงููุฑุงุกุฉِ : pembacaan dengan memperhatikan tajwidnya
ุงูุชุฌููุฏ : ุงูุชุญุณูู : hal membikin baik , bagus/lebih baik
Tahsin, Muhassin, Muhassan
ุญَุณََّู - ُูุญَุณُِّู : meningkatkan , membuat lebih baik , menjadikan lebih baik , mempercantik , menghiasi
ุญุณู : ุญุณََّู ูุญุณِّู، ุชุญุณًููุง، ููู ู
ُุญุณِّู، ูุงูู
ูุนูู ู
ُุญุณَّู
• ุญุณَّู ุงُููู ุฎََْููู:
1- ุฌู
َّูู ูุฒَّููู "ูุฐู ุงููุจَّุนุฉ ุชُุญุณُِّููุง- ุญุณَّู ุฃุณููุจَู- ุญุณَّู ุงููุชุงุจุฉَ: ุฒَّูููุง ููู
َّููุง".
2- ุฑّูุงู ูุฃุญุณู ุญุงูุชَู "ุชุณุนู ุงูุญููู
ุฉُ ุฅูู ุชุญุณูู ู
ุณุชูู ุงูู
ุนูุดุฉ- ุญุณَّู ู
ู ูุถุนู".
Maqam/Maqamat
ู
ََูุงู
: 1. kedudukan , posisi , gengsi , martabat , peringkat ; 2. tempat berdiri , tempat duduk , lokasi , tempat tinggal ; 3. tempat suci , tempat keramat ; 4. konteks , hubungan , alasan
ุงูู
َูุงู
َุฉ : ุงูู
َุฌِูุณ : majlis
ู
ََูุงู
ٌ : ุฌู
ุน: ูุงุช. [ู ู ู
]. 1. "ู
ََูุงู
ُ ุงَِِّูููู ุงูุตَّุงِูุญِ" : ู
ََูุงُُูู ุงْูู
َُูุฏَّุณُ. 2. "َُูู ู
ََูุงู
ٌ ู
ُِูู
ٌّ ِูู ุฅِุฏَุงุฑَุชِِู" : ู
َْูุฒَِูุฉٌ. 3. "َูุงู
َ ู
ََูุงู
َُู" : ุฃَุฎَุฐَ ู
ََูุงَُูู. "ุฃَِููุฑِู ู
ََูุงَู ุงูุจَุฏْุฑِ ุฅِْู ุฃَََูู ุงูุจَุฏْุฑُ ... ... ُูููู
ِู ู
ََูุงู
َ ุงูุดَّู
ْุณِ ู
َุง ุงุณْุชَุฃْุฌَุฑَ ุงَููุฌْุฑُ". 4. "ู
ََูุงู
ُ ุงَّููุบَู
ِ". َُูู ู
َุฌْู
ُูุนَุฉٌ ุณَُّูู
َِّูุฉٌ ู
َِู ุงَّููุบَู
َุงุชِ ุงْูู
ُุชَุชَุงุจِุนَุฉِ ุชَُูุฏَّุฑُ ุจِุณَุจْุนِ َูุบَู
َุงุชٍ، ُُّููู ู
ََูุงู
ٍ ู
ُูุณٍِِّููู َُูู ุฃَุจْุนَุงุฏٌ ุชَุฎْุชَُِูู ุนَْู ุจََِّููุฉِ ุงْูู
ََูุงู
َุงุชِ ุงูุฃُุฎْุฑَู. 5."ู
ََูุงู
ُ َูุณْุฑٍ" : ู
َุฎْุฑَุฌُُู.
ู
ูุงู
: ู
َูุงู
[ู
ูุฑุฏ]: ุฌ ู
ูุงู
ุงุช:
1- ู
ุตุฏุฑ ู
ูู
ّู ู
ู ูุงู
َ/ ูุงู
َ ุฅูู/ ูุงู
َ ุจู/ ูุงู
َ ุนูู/ ูุงู
َ ูู.
2- ุงุณู
ู
ูุงู ู
ู ูุงู
َ/ ูุงู
َ ุฅูู/ ูุงู
َ ุจู/ ูุงู
َ ุนูู/ ูุงู
َ ูู: ู
ุณูู، ู
ุญّู ุงูุฅูุงู
ุฉ "ุบุงุฏุฑ ู
ูุงู
َู- {َูู
ْ ุชَุฑَُููุง ู
ِْู ุฌََّูุงุชٍ َูุนٍُُููู. َูุฒُุฑُูุนٍ َูู
ََูุงู
ٍ َูุฑِูู
ٍ}- {َูู
َุง ู
َِّูุง ุฅูุงَّ َُูู ู
ََูุงู
ٌ ู
َุนُْููู
ٌ}".
3- ู
ุฌูุณ "{ุฃََูุง ุกَุงุชَِูู ุจِِู َูุจَْู ุฃَْู ุชَُููู
َ ู
ِْู ู
ََูุงู
َِู}".
4- ุถุฑูุญ، ู
ูุงู ู
ُูุฏَّุณ "ู
ูุงู
ุฅุจุฑุงููู
- ุนููู ุงูุณูุงู
- ูู ุงูู
ุณุฌุฏ ุงูุญุฑุงู
ุจู
َّูุฉ- {ِِููู ุกَุงَูุงุชٌ ุจََِّููุงุชٌ ู
ََูุงู
ُ ุฅِุจْุฑَุงِููู
َ}: ููู ุงูุญุฌุฑ ุงูุฐู ูุงู
ุนููู ุฅุจุฑุงููู
ุญูู ุฑูุน ุจูุงุก ุงูุจูุช" ุฃุดุฑู ุนูู ุฏุงุฑ ุงูู
ูุงู
: ููุฏูุงูุฉ ุนูู ูุฑู
ุงูุฅูุณุงู ูู
ุดุงุฑูุชู ุงูููุงุก.
5- ู
ูุฒูุฉ، ู
ุฑูุฒ ุงุฌุชู
ุงุนّู ูู ูุธุฑ ุงูุฌู
ุงุนุฉ ูุตู ุฅููู ุงููุฑุฏُ ุจูุถู ุงูุชูุฏูุฑ ุงูุงุฌุชู
ุงุนّู ุงูุฐู ูุญุตู ุนููู، ููุตุงุญุจู ุจุนุถ ู
ุธุงูุฑ ุงูุงุนุชุฑุงู ูุงูุงุญุชุฑุงู
ูุงูุฅุนุฌุงุจ "ุฅّูู ูู ู
ูุงู
ูุงูุฏู- ุณุนู ูุฑุงุก ุงูู
ูุงู
ุงุช- ูุงุจุนุซู ุงّูููู
ุงูู
ูุงู
َ ุงูู
ุญู
ูุฏ ุงูุฐู ูุนุฏุชู- {َِููู
َْู ุฎَุงَู ู
ََูุงู
َ ุฑَุจِِّู ุฌََّูุชَุงِู}- {َูู
َุง ู
َِّูุง ุฅูุงَّ َُูู ู
ََูุงู
ٌ ู
َุนُْููู
ٌ}" ุงูุญุทّ ู
ูุงู
ُู: ุณูุท ุฅูู ู
ุณุชูู ุฃุฏูู ู
ู
ّุง ูุงู ุนููู.
6- ู
ูุงุณุจุฉ "ُِِّููู ู
ูุงู
ู
ูุงู: ุงูุฏุนูุฉ ุฅูู ุงูู
ูุงุกู
ุฉ ุจูู ุงูููู ูุงูู
ููู" ูู ูุฐุง ุงูู
ูุงู
: ูู ูุฐู ุงูู
ูุงุณุจุฉ.
7- (ุฌุจ) ุนุฏุฏُ ุฃุณُูู ูู ุงููุณุฑ ุงูุงุนุชูุงุฏู "ู
ูุงู
ุงููุณุฑ".
8- (ุณู) ุณَُّูู
ุงูู
ูุณููู، ุชَุณَْูุณُู ุงَّููุบู
ุฏุฑุฌุฉ ููู ุฃُุฎุฑู.
9- (ุณู) ุนูุงู
ุฉ ู
ูุณَّูููุฉ.
• ุงูู
َูุงู
ุงุช: (ุณู) ุญุงูุงุช ุซุงุจุชุฉ ููุงููุง ุงูุณّุงُูู ุจุฌูุฏู ุงูุฎุงุตّ ุฃูู
ูุง ุงูุชَّูุจุฉ ูุงููุฑุน ูุงูุฒُّูุฏ ูุงูููุฑ ูุงูุตَّุจุฑ ูุงูุชَّّููู ูุงูุฑِّุถุง.
ู
ูุงู
: ู
ُูุงู
[ู
ูุฑุฏ]:
1- ู
ุตุฏุฑ ู
ูู
ّู ู
ู ุฃูุงู
َ/ ุฃูุงู
َ ุจู/ ุฃูุงู
َ ูู/ ุฃูุงู
َ ูู: ุฅูุงู
ุฉ "ู
َّู ู
ู ุทูู ู
ُูุงู
ู ุจุงูููุฏู".
2- ุงุณู
ู
ูุงู ู
ู ุฃูุงู
َ/ ุฃูุงู
َ ุจู/ ุฃูุงู
َ ูู/ ุฃูุงู
َ ูู: "ู
ُูุงู
ููุงู ุจุงูุนุงุตู
ุฉ- ุงุณุชู
ุฑّ ู
ُูุงู
ู ุจุงูู
َุบْุฑุจ ุดูุฑًุง- {َูุงุฃََْูู َูุซْุฑِุจَ ูุงَ ู
َُูุงู
َ َُููู
ْ َูุงุฑْุฌِุนُูุง}".
3- ุงุณู
ู
ูุนูู ู
ู ุฃูุงู
َ/ ุฃูุงู
َ ุจู/ ุฃูุงู
َ ูู/ ุฃูุงู
َ ูู.
Nagham
َูุบَู
، َูุบْู
َุฉ ، َูุบَู
َุฉ : nada , melodi , suara , bunyi , not lagu
َูุบَู
َ ََููุบِู
َ ََููุบَّู
َ َูุชََูุบَّู
َ : bernyanyi tanpa kata kata
َูุบَّู
َ - َُููุบِّู
ُ : bersenandung , bernyanyi , melagukan
ู
َูุงู
ُ ุงَููุบَู
ِ : tingkatan nada
ูุบู
: ูุบَู
َ/ ูุบَู
َ ูู َููุบَู
َูููุบِู
، ูุบْู
ًุง، ููู ูุงุบู
، ูุงูู
ูุนูู ู
ูุบูู
ููู
• ูุบَู
ุงูุดّุฎุตُ: ุชَّููู
ุจููุงู
ٍ ุฎّูู "ูุงู ุงูููุฏُ ููุบَู
ููู ูุชุฃّูุจ َّููููู
" ุณูุช ูู
ุง ูุบู
ุจุญุฑู: ู
ุง ูุทู.
• ูุบَู
ุงูุดّุฎุตُ ูู ุงูุบูุงุก: ุทุฑَّุจ ููู.
• ูุบَู
ูู ุงูุดَّุฑุงุจ: ุดุฑِุจ ู
ูู ููููุงً.
ูุบู
: ูุบَّู
َ ููุบِّู
، ุชูุบูู
ًุง، ููู ู
ُูุบِّู
، ูุงูู
ูุนูู ู
ُูุบَّู
(ููู
ุชุนุฏِّู)
• ูุบَّู
ุงูู
ُูุญُِّู: ูุบَู
، ุทุฑّุจ ูู ุงูุบِูุงุก "ูุบَّู
ุงูู
ุบِّูู".
• ูุบَّู
ุงูููุงู
َ: ุฃุฏّุงู ุจูุบู
ุฉ ู
ุนَّููุฉ.
