Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kultum: Yang Membuat Puasa Manis Bukan Gula Saat Berbuka


Para pembaca yang dimuliakan Allah.
Pernah lihat anak kecil puasa? Jam sepuluh sudah tanya, “Mama, masih lama ya buka puasanya?” dan jam tiga sudah mulai lemas. Tapi begitu adzan maghrib, dia tersenyum lebar, padahal cuma minum air putih. Kenapa bisa sebahagia itu?

Pada kesempatan ini, mari kita pahami, kenapa Nabi ﷺ menyebut ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Supaya kita tidak berhenti di kebahagiaan pertama.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi Rasulullah ﷺ bersabda:
"لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ؛ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ"
Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: pertama, bahagia ketika berbuka, dan kedua, bahagia ketika bertemu Tuhannya (HR. Tirmidzi)

Ada sebuah kaidah:
إذا وُجِدَ السَّبَبُ وُجِدَ المُسَبَّبُ
Jika ada sebab, maka pasti ada akibat.

Sebab kebahagiaan kedua adalah puasa yang benar. Kalau sebabnya lemah: puasanya karena riya’, puasa tapi masih marah-marah, puasa tapi masih berdusta, puasa tapi masih ghibah, puasa tapi masih maksiat, maka akibatnya pun tidak sempurna. Allah tidak menilai lapar kita, tapi menilai kualitas taqwa dari hasil puasa kita.

Seperti orang nabung. Kalau tiap hari setor, walau sedikit, saldo pasti bertambah. Tapi kalau tiap hari kita ambil, kapan kita kaya? Puasa tanpa menjaga diri itu seperti nabung pahala tapi bocor lewat lisan.
Jangan sampai kita paling semangat cari promo takjil, tapi diskon dosa tidak kita ambil.

Oleh sebab itu, mulai hari ini, setidaknya sebelum tidur, mari kita muhasabah atau instropeksi diri satu menit: hari ini puasaku menambah atau mengurangi tabungan akhiratku?

Ingat kalimat ini:
“Yang membuat puasa manis bukan gula saat berbuka, tapi ridha Allah saat bertemu dengan-Nya.”

Semoga bermanfaat
Admin MABDA


Referensi:
٧٦٦ - حَدَّثَنَا ‌قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ ، عَنْ ‌سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ ‌أَبِيهِ ، عَنْ ‌أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ؛ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ»، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ.
--------
ص129 - كتاب سنن الترمذي ت بشار - باب ما جاء في فضل الصوم - المكتبة الشاملة
--------
الرابط:https://shamela.ws/book/7895/1302#p1