Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tafsir Al-Mabda: Al-A'la/87:1-8, Tauhid dan Kekuasaan Allah Swt

IRAB dan MUFRADAT

Terjemah ayat:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

Sucikanlah (engkau wahai Nabi Muhammad) nama Tuhanmu (Tuhan engkau yaitu Allah) Yang Maha Tinggi.
(Al-A’la/87:1)

Irab dan terjemah per kata:

سَبِّحْ: فِعْلُ أَمْرٍ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ، وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ تَقْدِيرُهُ أَنْتَ (أَنْتَ يَا مُحَمَّدُ).
(“Sucikanlah” adalah fi’il amr yang mabni atas sukun, dan pelakunya dhamir mustatir تقديره أنت yaitu engkau wahai Muhammad)

سَبَّحَ، يُسَبِّحُ، سَبِّحْ، تَسْبِيحٌ، مُسَبِّحٌ، مُسَبَّحٌ
(mensucikan, bertasbih)

اسْمَ: مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ، وَهُوَ مُضَافٌ.
(“nama” adalah maf’ul bih mansub dengan tanda nasab fathah, dan ia menjadi mudhaf)

اِسْمٌ، اِسْمَانِ، أَسْمَاءٌ
(nama, dua nama, nama-nama)

رَبِّكَ: رَبِّ مُضَافٌ إِلَيْهِ مَجْرُورٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ، وَهُوَ مُضَافٌ، وَالْكَافُ ضَمِيرٌ مُتَّصِلٌ فِي مَحَلِّ جَرٍّ مُضَافٌ إِلَيْهِ (يَعُودُ إِلَى النَّبِيِّ).
(“Tuhanmu” rabbi adalah mudhaf ilaih majrur dengan tanda kasrah, dan menjadi mudhaf; huruf kaf adalah dhamir muttasil dalam محل جر sebagai mudhaf ilaih, kembali kepada Nabi)

رَبٌّ، رَبَّانِ، أَرْبَابٌ
(tuhan, dua tuhan, para tuhan/pemilik)

رَبَّى، يُرَبِّي، رَبِّ، تَرْبِيَةٌ، مُرَبٍّ، مُرَبًّى
(memelihara, mendidik)

الْأَعْلَى: نَعْتٌ لِرَبِّكَ مَجْرُورٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الْمُقَدَّرَةُ عَلَى الْأَلِفِ.
(“Yang Maha Tinggi” adalah sifat bagi rabbika, majrur dengan tanda jar kasrah yang diperkirakan pada alif)

عَالٍ، أَعْلَيَانِ، أَعْلَوْنَ
(tinggi, dua yang lebih tinggi, yang lebih tinggi-tinggi)

عَلَا، يَعْلُو، اعْلُ، عُلُوٌّ، عَالٍ، مَعْلُوٌّ
(tinggi, meninggi, ketinggian)

===========

Terjemah ayat:

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى

(Yaitu Allah) yang telah menciptakan (segala sesuatu), lalu Dia (Allah) menyempurnakan (ciptaan-Nya itu).
(Al-A’la/87:2)

Irab dan terjemah per kata:

الَّذِي: اسْمٌ مَوْصُولٌ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ فِي مَحَلِّ جَرٍّ نَعْتٌ لِلْأَعْلَى.
(“Yang” adalah isim maushul mabni atas sukun dalam محل jar sebagai sifat bagi al-a‘la)

خَلَقَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ تَقْدِيرُهُ هُوَ (يَعُودُ إِلَى اللَّهِ).
(“Dia telah menciptakan” adalah fi’il madhi mabni atas fathah, dan pelakunya dhamir mustatir تقديره هو, kembali kepada Allah)

خَلَقَ، يَخْلُقُ، اخْلُقْ، خَلْقًا، خَالِقٌ، مَخْلُوقٌ
(menciptakan, ciptaan)

فَسَوَّى: الْفَاءُ حَرْفُ عَطْفٍ، سَوَّى فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ الْمُقَدَّرِ عَلَى الْأَلِفِ، وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ تَقْدِيرُهُ هُوَ (يَعُودُ إِلَى اللَّهِ).
(“Lalu Dia menyempurnakan” huruf fa adalah huruf ‘athaf, sawwa adalah fi’il madhi mabni atas fathah yang diperkirakan pada alif, dan pelakunya dhamir mustatir تقديره هو, kembali kepada Allah)

سَوَّى، يُسَوِّي، سَوِّ، تَسْوِيَةً، مُسَوٍّ، مُسَوًّى
(menyempurnakan, merapikan, menjadikan seimbang)

==========

Terjemah ayat:

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى

Dan (Dia yaitu Allah) yang telah menentukan (segala sesuatu), lalu Dia (Allah) memberi petunjuk.
(Al-A’la/87:3)

Irab dan terjemah per kata:

وَ: حَرْفُ عَطْفٍ.
(“Dan” adalah huruf ‘athaf/penghubung)

الَّذِي: اسْمٌ مَوْصُولٌ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ فِي مَحَلِّ جَرٍّ نَعْتٌ لِلْأَعْلَى.
(“Yang” adalah isim maushul mabni atas sukun dalam محل jar sebagai sifat bagi al-a‘la)

قَدَّرَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ تَقْدِيرُهُ هُوَ (يَعُودُ إِلَى اللَّهِ).
(“Dia telah menentukan” adalah fi’il madhi mabni atas fathah, dan pelakunya dhamir mustatir تقديره هو, kembali kepada Allah)

قَدَّرَ، يُقَدِّرُ، قَدِّرْ، تَقْدِيرًا، مُقَدِّرٌ، مُقَدَّرٌ
(menentukan, menakdirkan, ketentuan)

فَهَدَى: الْفَاءُ حَرْفُ عَطْفٍ، هَدَى فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ الْمُقَدَّرِ عَلَى الْأَلِفِ، وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ تَقْدِيرُهُ هُوَ (يَعُودُ إِلَى اللَّهِ).
(“Lalu Dia memberi petunjuk” huruf fa adalah huruf ‘athaf, hada adalah fi’il madhi mabni atas fathah yang diperkirakan pada alif, dan pelakunya dhamir mustatir تقديره هو, kembali kepada Allah)

هَدَى، يَهْدِي، اهْدِ، هِدَايَةً، هَادٍ، مَهْدِيٌّ
(memberi petunjuk, hidayah, yang memberi petunjuk, yang diberi petunjuk)

=========

Terjemah ayat:

وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى

Dan (Dia yaitu Allah) yang telah mengeluarkan (menumbuhkan) padang rumput.
(Al-A’la/87:4)

Irab dan terjemah per kata:

وَ: حَرْفُ عَطْفٍ.
(“Dan” adalah huruf ‘athaf/penghubung)

الَّذِي: اسْمٌ مَوْصُولٌ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ فِي مَحَلِّ جَرٍّ نَعْتٌ لِلْأَعْلَى.
(“Yang” adalah isim maushul mabni atas sukun dalam محل jar sebagai sifat bagi al-a‘la)

أَخْرَجَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ تَقْدِيرُهُ هُوَ (يَعُودُ إِلَى اللَّهِ).
(“Dia telah mengeluarkan” adalah fi’il madhi mabni atas fathah, dan pelakunya dhamir mustatir تقديره هو, kembali kepada Allah)

أَخْرَجَ، يُخْرِجُ، أَخْرِجْ، إِخْرَاجًا، مُخْرِجٌ، مُخْرَجٌ
(mengeluarkan, menumbuhkan, pengeluaran)

الْمَرْعَى: مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الْمُقَدَّرَةُ عَلَى الْأَلِفِ الْمَقْصُورَةِ.
(“Padang rumput” adalah maf’ul bih mansub dengan tanda nasab fathah yang diperkirakan pada alif maqshurah)

مَرْعًى، مَرْعَيَانِ، مَرَاعٍ
(padang rumput, dua padang rumput, padang-padang rumput)

رَعَى، يَرْعَى، ارْعَ، رَعْيًا، رَاعٍ، مَرْعِيٌّ
(menggembala, memelihara, penggembalaan, yang menggembala, yang digembalakan)

=========

Terjemah ayat:

فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى

Lalu Dia (Allah) menjadikannya (الْمَرْعَى yaitu padang rumput itu) sebagai sampah kering yang kehitam-hitaman.
(Al-A’la/87:5)

Irab dan terjemah per kata:

فَ: حَرْفُ عَطْفٍ أَوْ تَعْقِيبٍ.
(“Maka/Lalu” adalah huruf penghubung yang menunjukkan urutan)

جَعَلَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ، وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ تَقْدِيرُهُ هُوَ (يَعُودُ إِلَى اللَّهِ).
(“Dia telah menjadikan” adalah fi’il madhi mabni atas fathah, dan pelakunya dhamir mustatir تقديره هو, kembali kepada Allah)

جَعَلَ، يَجْعَلُ، اجْعَلْ، جَعْلًا، جَاعِلٌ، مَجْعُولٌ
(menjadikan, menjadikan sesuatu)

هُ: ضَمِيرٌ مُتَّصِلٌ فِي مَحَلِّ نَصْبٍ مَفْعُولٌ بِهِ (يَعُودُ إِلَى الْمَرْعَى).
(“nya” adalah dhamir muttasil dalam محل nasab sebagai maf’ul bih, kembali kepada al-mar‘a yaitu padang rumput)

غُثَاءً: مَفْعُولٌ بِهِ ثَانٍ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ.
(“Sampah kering” adalah maf’ul bih kedua dalam keadaan mansub dengan tanda fathah)

غُثَاءٌ، غُثَاءَانِ، غُثَاءَاتٌ
(sampah kering, dua sampah kering, sampah-sampah kering)

أَحْوَى: نَعْتٌ لِغُثَاءً مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الْمُقَدَّرَةُ عَلَى الْأَلِفِ.
(“Yang kehitam-hitaman” adalah sifat bagi ghutsaa’an, dalam keadaan mansub dengan tanda fathah yang diperkirakan pada alif)

حَوْنَاءُ، أَحْوَيَانِ، حُوٌّ
(kehitam-hitaman, dua yang kehitaman, yang kehitaman)

حَوِيَ، يَحْوَى، احْوَ، حُوًّا، حَاوٍ، مَحْوِيٌّ
(berubah menjadi gelap/kehitaman)


========

TAFSIR

الكَلِمَاتُ المِفْتَاحِيَّةُ:

١) سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى
التَّسْبِيحُ: تَنْزِيهُ اللَّهِ عَنْ كُلِّ نَقْصٍ مَعَ التَّعْظِيمِ.
Tasbih: menyucikan Allah dari segala kekurangan disertai pengagungan.

٢) الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى
الخَلْقُ وَالتَّسْوِيَةُ: الإِيجَادُ مَعَ الإِتْقَانِ وَالتَّوَازُنِ.
Penciptaan dan penyempurnaan: mengadakan disertai kerapian dan keseimbangan.

٣) وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى
التَّقْدِيرُ وَالهِدَايَةُ: جَعْلُ المِقْدَارِ مَعَ الدَّلَالَةِ عَلَى الطَّرِيقِ.
Penetapan dan petunjuk: menentukan ukuran sekaligus menunjukkan jalan.

٤) وَالَّذِي أَخْرَجَ المَرْعَى
الإِخْرَاجُ: الإِنْبَاتُ وَالإِظْهَارُ بَعْدَ الخَفَاءِ.
Pengeluaran: menumbuhkan dan menampakkan setelah tersembunyi.

٥) فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى
التَّغَيُّرُ: الاِنْتِقَالُ مِنَ الخُضْرَةِ إِلَى اليُبُوسَةِ.
Perubahan: berpindah dari hijau menjadi kering.

٦) سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَى
الإِقْرَاءُ وَالحِفْظُ: التَّعْلِيمُ مَعَ التَّثْبِيتِ وَعَدَمِ النِّسْيَانِ.
Pengajaran dan penjagaan: pemberian ilmu disertai keteguhan tanpa lupa.

٧) إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الجَهْرَ وَمَا يَخْفَى
المَشِيئَةُ وَالعِلْمُ: سُلْطَانُ الإِرَادَةِ مَعَ شُمُولِ العِلْمِ.
Kehendak dan ilmu: kekuasaan kehendak disertai keluasan pengetahuan.

٨) وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَى
التَّيْسِيرُ: التَّسْهِيلُ إِلَى طَرِيقِ الخَيْرِ وَالسُّهُولَةِ.
Kemudahan: pemudahan menuju jalan kebaikan dan kelapangan.

القَاعِدَةُ:
التَّسْبِيحُ → الخَلْقُ وَالتَّسْوِيَةُ → التَّقْدِيرُ وَالهِدَايَةُ → الإِخْرَاجُ → التَّغَيُّرُ → الإِقْرَاءُ وَالحِفْظُ → المَشِيئَةُ وَالعِلْمُ → التَّيْسِيرُ
Tasbih → Penciptaan dan penyempurnaan → Penetapan dan petunjuk → Penumbuhan → Perubahan → Pengajaran dan penjagaan → Kehendak dan ilmu → Kemudahan.

القَاعِدَةُ بِصِيغَةٍ سَهْلَةٍ:
مَنْ حَقَّقَ التَّسْبِيحَ، وَتَفَكَّرَ فِي الخَلْقِ وَالتَّسْوِيَةِ، وَآمَنَ بِالتَّقْدِيرِ وَالهِدَايَةِ، وَفَهِمَ الإِخْرَاجَ وَالتَّغَيُّرَ، وَاطْمَأَنَّ إِلَى الإِقْرَاءُ وَالحِفْظُ تَحْتَ المَشِيئَةُ وَالعِلْمُ، رُزِقَ التَّيْسِيرَ.
Siapa yang merealisasikan tasbih, merenungi penciptaan dan penyempurnaan, beriman pada penetapan dan petunjuk, memahami penumbuhan dan perubahan, serta yakin bahwa pengajaran dan penjagaan berada di bawah kehendak dan ilmu Allah, maka ia akan diberi kemudahan.

مِثَالٌ تَطْبِيقِيٌّ:
طَالِبٌ جَعَلَ التَّسْبِيحَ أَسَاسًا لِيَوْمِهِ.
Seorang pelajar menjadikan tasbih sebagai dasar harinya.
فَتَفَكَّرَ فِي الخَلْقِ وَالتَّسْوِيَةِ وَالتَّقْدِيرِ وَالهِدَايَةِ.
Ia merenungi penciptaan, penyempurnaan, penetapan, dan petunjuk.
فَلَمْ يَغْتَرَّ بِالإِخْرَاجِ وَالتَّغَيُّرِ.
Ia tidak tertipu oleh penumbuhan dan perubahan dunia.
وَوَثِقَ بِالإِقْرَاءُ وَالحِفْظُ تَحْتَ المَشِيئَةُ وَالعِلْمُ.
Ia yakin pada pengajaran dan penjagaan di bawah kehendak dan ilmu Allah.
فَنَالَ التَّيْسِيرَ فِي عِلْمِهِ وَحَيَاتِهِ.
Maka ia memperoleh kemudahan dalam ilmu dan kehidupannya.