Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tafsir Al-Mabda: Al-Fath/48:1-3, Kemenangan Berasal dari Allah Swt



Al-Fath/48:1-3:

إِنَّا (نَحْنُ اللَّهُ تَعَالَى تَعْظِيمًا) فَتَحْنَا (أَعْطَيْنَا وَقَضَيْنَا) لَكَ (يَا مُحَمَّدُ ﷺ) فَتْحًا مُبِينًا (هُوَ صُلْحُ الحُدَيْبِيَةِ)
Sesungguhnya Kami (Kami adalah Allah sebagai bentuk pengagungan) telah memberikan (menetapkan dan menganugerahkan) kepadamu (wahai Muhammad ﷺ) kemenangan yang nyata (yaitu Perjanjian Hudaibiyah).

لِيَغْفِرَ (لِيَسْتُرَ وَيَمْحُو) لَكَ (يَا مُحَمَّدُ ﷺ) اللَّهُ (هُوَ اللهُ سُبْحَانَهُ) مَا تَقَدَّمَ (مَا سَبَقَ) مِنْ ذَنْبِكَ (ذَنْبُكَ يَا مُحَمَّدُ ﷺ) وَمَا تَأَخَّرَ (مَا يَأْتِي بَعْدُ)
Agar Dia mengampuni (menutup dan menghapus) bagimu (wahai Muhammad ﷺ) Allah (Dialah Allah Yang Maha Suci) dosa-dosamu (dosa milikmu wahai Muhammad ﷺ) yang telah lalu (yang telah terjadi) dan yang akan datang (yang akan datang kemudian).

وَيُتِمَّ (يُكْمِلَ) نِعْمَتَهُ (نِعْمَةَ اللَّهِ) عَلَيْكَ (عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ ﷺ) وَيَهْدِيَكَ (يَدُلَّكَ) صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (طَرِيقًا قَوِيمًا)
Dan agar Dia menyempurnakan (melengkapi) nikmat-Nya (nikmat dari Allah) atasmu (atasmu wahai Muhammad ﷺ) dan memberi petunjuk kepadamu (menunjukkan kepadamu) jalan yang lurus (jalan yang benar).

وَيَنْصُرَكَ (يُؤَيِّدَكَ) اللَّهُ (رَبُّكَ) نَصْرًا عَزِيزًا (نَصْرًا قَوِيًّا لَا يُغْلَبُ)
Dan agar Dia menolongmu (menguatkanmu) Allah (Tuhanmu) dengan pertolongan yang kuat (pertolongan yang tidak terkalahkan).

الكَلِمَاتُ المِفْتَاحِيَّةُ: 

١) إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا
الفَتْحُ: النَّصْرُ وَإِزَالَةُ العُقَدِ.
Al-Fath adalah kemenangan dan terbukanya simpul masalah.
مُبِينٌ: وَاضِحٌ لَا لَبْسَ فِيهِ.
Jelas dan nyata tanpa keraguan.

٢) لِّيَغْفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ
المَغْفِرَةُ: سَتْرُ الذَّنْبِ وَمَحْوُ أَثَرِهِ.
Ampunan adalah tertutupnya dosa dan terhapusnya dampaknya.

٣) وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ
إِتْمَامُ النِّعْمَةِ: كَمَالُ العَطَاءِ حَتَّى لَا يَنْقُصَ شَيْءٌ.
Penyempurnaan nikmat adalah sempurnanya pemberian tanpa kekurangan.

٤) وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا
الهِدَايَةُ: الدَّلَالَةُ إِلَى الطَّرِيقِ الصَّحِيحِ مَعَ التَّثْبِيتِ عَلَيْهِ.
Hidayah adalah ditunjukkan ke jalan benar sekaligus diteguhkan di atasnya.

٥) وَيَنصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا
نَصْرُ اللَّهِ: الإِعَانَةُ وَالتَّأْيِيدُ مِنَ اللَّهِ.
Pertolongan Allah adalah bantuan dan dukungan dari-Nya.
النَّصْرُ العَزِيزُ: نَصْرٌ لَا يُغْلَبُ وَلَا يُهَانُ.
Pertolongan yang kuat, tidak bisa dikalahkan dan tidak terhinakan.

القَاعِدَةُ:
الفَتْحُ المُبِينُ : المَغْفِرَةُ + إِتْمَامُ النِّعْمَةِ + الهِدَايَةُ + نَصْرُ اللَّهِ + النَّصْرُ العَزِيزُ

Kemenangan yang nyata menghasilkan ampunan, lalu penyempurnaan nikmat, lalu hidayah, lalu pertolongan Allah, hingga pertolongan yang kuat.

إِذَا جَاءَ الفَتْحُ المُبِينُ فَتَتْبَعُهُ: المَغْفِرَةُ، وَإِتْمَامُ النِّعْمَةِ، وَالهِدَايَةُ، وَنَصْرُ اللَّهِ، وَالنَّصْرُ العَزِيزُ.
Jika datang kemenangan yang nyata, maka akan mengikutinya: ampunan, kesempurnaan nikmat, hidayah, pertolongan Allah, dan pertolongan yang kuat.

الإِنْسَانُ إِذَا صَدَقَ مَعَ اللَّهِ وَرَجَعَ إِلَيْهِ تَوْبَةً نَصُوحًا، كَانَ ذَلِكَ لَهُ فَتْحًا مُبِينًا.
Seseorang ketika jujur kepada Allah dan kembali kepada-Nya dengan taubat yang sungguh-sungguh, itu menjadi kemenangan nyata baginya.

فَتَتْبَعُهُ المَغْفِرَةُ، فَيَغْفِرُ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ.
Lalu diikuti ampunan, maka Allah mengampuni dosa-dosanya.

ثُمَّ إِتْمَامُ النِّعْمَةِ، فَيُعْطِيهِ اللَّهُ رَاحَةَ القَلْبِ وَالطُّمَأْنِينَةَ فِي حَيَاتِهِ.
Kemudian kesempurnaan nikmat, Allah memberinya ketenangan hati dan ketenteraman dalam hidupnya.

ثُمَّ الهِدَايَةُ، فَيُوَفِّقُهُ اللَّهُ لِلطَّاعَةِ وَالصِّرَاطِ المُسْتَقِيمِ.
Lalu hidayah, Allah membimbingnya kepada ketaatan dan jalan yang lurus.

ثُمَّ نَصْرُ اللَّهِ وَالنَّصْرُ العَزِيزُ، فَيُصْبِحُ قَوِيًّا عَلَى نَفْسِهِ وَيَغْلِبُ شَهَوَاتِهِ وَمُشْكِلَاتِهِ.
Kemudian pertolongan Allah dan pertolongan yang kuat, sehingga ia menjadi kuat menghadapi dirinya, hawa nafsunya, dan berbagai masalah hidupnya.


Penyusun:
Dr. Ir. Adib Shururi, M.Pd.