Tafsir Al-Mabda Al-Fath/48:11-14
Al-Fath/48:11-14:
سَيَقُولُ لَكَ (لِلنَّبِيِّ مُحَمَّدٍ ﷺ) الْمُخَلَّفُونَ (الأَعْرَابُ الَّذِينَ تَخَلَّفُوا عَنِ الخُرُوجِ مَعَهُ) مِنَ الأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا (الأَعْرَابُ المُتَخَلِّفُونَ) أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ (اُدْعُ أَنْتَ بِالمَغْفِرَةِ) لَنَا (لِلأَعْرَابِ المُتَخَلِّفِينَ) يَقُولُونَ (الأَعْرَابُ المُتَخَلِّفُونَ) بِأَلْسِنَتِهِمْ (بِالقَوْلِ الظَّاهِرِ) مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ (مَا لَا يُوَافِقُ بَوَاطِنَهُمْ) قُلْ (أَنْتَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ ﷺ) فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ (لِلأَعْرَابِ المُتَخَلِّفِينَ) مِنَ اللَّهِ شَيْئًا (مِنْ قَضَائِهِ وَقَدَرِهِ) إِنْ أَرَادَ (اللَّهُ تَعَالَى) بِكُمْ (لِلأَعْرَابِ المُتَخَلِّفِينَ) ضَرًّا أَوْ أَرَادَ (اللَّهُ تَعَالَى) بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ (الأَعْرَابُ المُتَخَلِّفُونَ) خَبِيرًا (بِأَعْمَالِهِمْ)
Akan berkata kepadamu (kepada Nabi Muhammad ﷺ) orang-orang yang tertinggal (orang-orang Badui yang tidak ikut bersamanya) dari kalangan Badui: telah menyibukkan kami (orang-orang Badui yang tertinggal) harta-harta kami dan keluarga kami, maka mohonkan ampun (engkau berdoa memohon ampun) untuk kami (bagi orang-orang Badui yang tertinggal), mereka berkata (orang-orang Badui tersebut) dengan lisan-lisan mereka (ucapan lahir mereka) apa yang tidak ada dalam hati mereka (yang tidak sesuai dengan batin mereka), katakanlah (engkau Nabi Muhammad ﷺ): maka siapa yang memiliki untuk kalian (bagi orang-orang Badui yang tertinggal) dari Allah sesuatu (dari ketetapan dan takdir-Nya), jika Dia menghendaki (Allah Ta’ala) bagi kalian (bagi orang-orang Badui tersebut) mudarat atau Dia menghendaki (Allah Ta’ala) bagi kalian manfaat, bahkan adalah Allah terhadap apa yang kalian kerjakan (orang-orang Badui yang tertinggal) Maha Mengetahui (terhadap amal mereka).
بَلْ ظَنَنْتُمْ (الأَعْرَابُ المُتَخَلِّفُونَ) أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ (يَرْجِعَ) الرَّسُولُ (مُحَمَّدٌ ﷺ) وَالْمُؤْمِنُونَ (أَصْحَابُهُ) إِلَى أَهْلِيهِمْ (أَهْلُ الرَّسُولِ وَالمُؤْمِنِينَ) أَبَدًا وَزُيِّنَ (الشَّيْطَانُ) ذَلِكَ (ذَلِكَ الظَّنُّ) فِي قُلُوبِكُمْ (قُلُوبُ الأَعْرَابِ المُتَخَلِّفِينَ) وَظَنَنْتُمْ (الأَعْرَابُ المُتَخَلِّفُونَ) ظَنَّ السَّوْءِ (ظَنًّا فَاسِدًا) وَكُنْتُمْ (الأَعْرَابُ المُتَخَلِّفُونَ) قَوْمًا بُورًا (هَالِكِينَ خَاسِرِينَ)
Bahkan kalian menyangka (orang-orang Badui yang tertinggal) bahwa tidak akan kembali Rasul (Muhammad ﷺ) dan orang-orang mukmin (para sahabatnya) kepada keluarga mereka (keluarga Rasul dan kaum mukmin) selamanya, dan dihiasi (oleh setan) itu (prasangka tersebut) dalam hati kalian (hati orang-orang Badui yang tertinggal), dan kalian menyangka (orang-orang Badui yang tertinggal) sangkaan yang buruk (prasangka yang rusak), dan kalian adalah (orang-orang Badui yang tertinggal) kaum yang binasa (hancur dan merugi).
وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ (أَيُّ إِنْسَانٍ لَا يُصَدِّقُ وَلَا يُخْلِصُ) بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ (بِرِسَالَةِ مُحَمَّدٍ ﷺ) فَإِنَّا (اللَّهُ تَعَالَى) أَعْتَدْنَا (هَيَّأْنَا) لِلْكَافِرِينَ (كُلُّ مَنْ كَفَرَ) سَعِيرًا (نَارًا مُشْتَعِلَةً)
Dan siapa yang tidak beriman (setiap manusia yang tidak membenarkan dan tidak ikhlas) kepada Allah dan Rasul-Nya (kepada risalah Muhammad ﷺ), maka sesungguhnya Kami (Allah Ta’ala) telah menyediakan (menyiapkan) bagi orang-orang kafir (setiap orang yang kafir) neraka yang menyala.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ (جَمِيعُهَا تَحْتَ سُلْطَانِهِ) يَغْفِرُ (اللَّهُ تَعَالَى) لِمَنْ يَشَاءُ (مِنْ عِبَادِهِ) وَيُعَذِّبُ (اللَّهُ تَعَالَى) مَنْ يَشَاءُ (مِنْ عِبَادِهِ) وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (ذَا مَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ وَاسِعَتَيْنِ)
Dan bagi Allah kerajaan langit dan bumi (semuanya di bawah kekuasaan-Nya), Dia mengampuni (Allah Ta’ala) bagi siapa yang Dia kehendaki (dari hamba-hamba-Nya), dan Dia mengazab (Allah Ta’ala) siapa yang Dia kehendaki (dari hamba-hamba-Nya), dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (memiliki ampunan dan rahmat yang luas).
الكَلِمَاتُ المِفْتَاحِيَّةُ:
١) شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا
الشُّغْلُ بِالدُّنْيَا: الاِنْصِرَافُ عَنِ الطَّاعَةِ بِسَبَبِ المَالِ وَالأَهْلِ.
Kesibukan dunia adalah berpaling dari ketaatan karena harta dan keluarga.
٢) فَاسْتَغْفِرْ لَنَا
طَلَبُ الاِسْتِغْفَارِ بِغَيْرِ صِدْقٍ: سُؤَالٌ بِلَا إِخْلَاصٍ.
Meminta ampun tanpa kejujuran adalah permintaan tanpa keikhlasan.
٣) يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ
النِّفَاقُ: مُخَالَفَةُ الظَّاهِرِ لِلْبَاطِنِ.
Nifaq adalah ketidaksesuaian antara lahir dan batin.
٤) فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا
قُدْرَةُ اللَّهِ: سُلْطَانٌ مُطْلَقٌ لَا يُرَدُّ.
Kekuasaan Allah adalah kekuasaan mutlak yang tidak bisa ditolak.
٥) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ
سُوءُ الظَّنِّ بِاللَّهِ: تَوَقُّعُ الهَلَاكِ لِأَهْلِ الإِيمَانِ.
Suuzhan kepada Allah adalah menyangka kebinasaan bagi orang beriman.
٦) وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ
تَزْيِينُ الشَّيْطَانِ: تَحْسِينُ البَاطِلِ فِي القُلُوبِ.
Hiasan setan adalah menjadikan kebatilan tampak indah di hati.
٧) وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ
سُوءُ الظَّنِّ: فَسَادُ التَّوَقُّعِ بِاللَّهِ.
Suuzhan adalah rusaknya prasangka kepada Allah.
٨) وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا
البُورُ: الهَلَاكُ وَالخُسْرَانُ.
Buur adalah kebinasaan dan kerugian.
٩) وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ
عَدَمُ الإِيمَانِ: تَرْكُ التَّصْدِيقِ وَالإِخْلَاصِ.
Tidak beriman adalah meninggalkan pembenaran dan keikhlasan.
١٠) أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا
السَّعِيرُ: عَذَابٌ مُلْتَهِبٌ شَدِيدٌ.
Sa’ir adalah azab yang menyala sangat keras.
١١) وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ
مُلْكُ اللَّهِ: سُلْطَانٌ شَامِلٌ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ.
Kerajaan Allah adalah kekuasaan menyeluruh atas segala sesuatu.
١٢) يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ
المَغْفِرَةُ: سَتْرُ الذَّنْبِ وَمَحْوُهُ.
Ampunan adalah tertutup dan terhapusnya dosa.
١٣) وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ
العَذَابُ: عُقُوبَةٌ عَلَى الذَّنْبِ.
Azab adalah hukuman atas dosa.
القَاعِدَةُ:
الشُّغْلُ بِالدُّنْيَا : طَلَبُ الاِسْتِغْفَارِ بِغَيْرِ صِدْقٍ + النِّفَاقُ + سُوءُ الظَّنِّ بِاللَّهِ + تَزْيِينُ الشَّيْطَانِ + سُوءُ الظَّنِّ + البُورُ + عَدَمُ الإِيمَانِ + السَّعِيرُ + العَذَابُ
Kesibukan dunia melahirkan permintaan ampun tanpa kejujuran, nifaq, prasangka buruk kepada Allah, hiasan setan, prasangka buruk, kebinasaan, tidak beriman, neraka, dan azab.
إِذَا غَلَبَ الشُّغْلُ بِالدُّنْيَا فَتَتْبَعُهُ: طَلَبُ الاِسْتِغْفَارِ بِغَيْرِ صِدْقٍ، وَالنِّفَاقُ، وَسُوءُ الظَّنِّ بِاللَّهِ، وَتَزْيِينُ الشَّيْطَانِ، وَسُوءُ الظَّنِّ، وَالبُورُ، وَعَدَمُ الإِيمَانِ، وَالسَّعِيرُ، وَالعَذَابُ.
Jika kesibukan dunia mendominasi, maka akan mengikutinya: permintaan ampun tanpa kejujuran, nifaq, prasangka buruk kepada Allah, hiasan setan, prasangka buruk, kebinasaan, tidak beriman, neraka, dan azab.
الإِنْسَانُ إِذَا انْشَغَلَ بِالدُّنْيَا وَتَرَكَ الطَّاعَةَ، بَدَأَ بِالتَّعَلُّلِ وَالاعْتِذَارِ.
Seseorang ketika sibuk dengan dunia dan meninggalkan ketaatan, ia mulai dengan alasan dan pembelaan.
فَيَطْلُبُ المَغْفِرَةَ بِلِسَانِهِ دُونَ صِدْقٍ.
Lalu ia meminta ampun dengan lisannya tanpa kejujuran.
فَيَقَعُ فِي النِّفَاقِ، وَيُظْهِرُ مَا لَا يُبْطِنُ.
Lalu ia jatuh dalam nifaq dan menampakkan apa yang tidak ada dalam hatinya.
ثُمَّ يَسُوءُ ظَنُّهُ بِاللَّهِ، وَيُزَيِّنُ لَهُ الشَّيْطَانُ ذَلِكَ.
Kemudian ia berprasangka buruk kepada Allah dan setan menghiasinya.
فَيَكُونُ مِنَ الهَالِكِينَ، وَيَضْعُفُ إِيمَانُهُ.
Maka ia termasuk orang yang binasa dan imannya melemah.
فَإِنْ لَمْ يَتُبْ، كَانَ مَآلُهُ السَّعِيرَ وَالعَذَابَ.
Jika tidak bertaubat, maka akhirnya adalah neraka dan azab.
Penyusun
Dr. Ir. Adib Shururi, M.Pd.