Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tafsir Al-Mabda Al-Fath/48:8-10, Pengawasan Allah di atas setiap perjanjian


Al-Fath/48:8-10:

إِنَّا (نَحْنُ اللَّهُ تَعَالَى تَعْظِيمًا) أَرْسَلْنَاكَ (يَا مُحَمَّدُ ﷺ) شَاهِدًا (عَلَى الْخَلْقِ بِأَعْمَالِهِمْ) وَمُبَشِّرًا (بِالثَّوَابِ لِلْمُؤْمِنِينَ) وَنَذِيرًا (مُنْذِرًا لِلْكَافِرِينَ بِالعِقَابِ)
Sesungguhnya Kami (Kami adalah Allah sebagai bentuk pengagungan) telah mengutusmu (wahai Muhammad ﷺ) sebagai saksi (atas seluruh makhluk terhadap amal mereka), pembawa kabar gembira (dengan pahala bagi orang beriman), dan pemberi peringatan (bagi orang kafir dengan azab).

لِتُؤْمِنُوا (أَنْتُمْ يَا النَّاسُ) بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ (مُحَمَّدٍ ﷺ) وَتُعَزِّرُوهُ (تَنْصُرُوا دِينَهُ وَتُعَظِّمُوهُ) وَتُوَقِّرُوهُ (تُجِلُّوهُ وَتُحْتَرِمُوهُ) وَتُسَبِّحُوهُ (تُنَزِّهُوا اللَّهَ) بُكْرَةً وَأَصِيلًا (صَبَاحًا وَمَسَاءً)
Agar kalian (wahai manusia) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad ﷺ), menguatkan agama-Nya (menolong dan mengagungkannya), memuliakannya (menghormatinya), dan bertasbih kepada-Nya (mensucikan Allah) pada waktu pagi dan petang.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ (يَا مُحَمَّدُ ﷺ) إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ (فِي الْحَقِيقَةِ) يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ (بِالْعِلْمِ وَالْقُدْرَةِ وَالشُّهُودِ) فَمَنْ نَكَثَ (نَقَضَ الْعَهْدَ) فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ (ضَرَرُهُ عَلَيْهِ) وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ (ثَبَتَ عَلَى الْعَهْدِ) فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (ثَوَابًا كَبِيرًا)
Sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu (wahai Muhammad ﷺ) sebenarnya mereka berbaiat kepada Allah (pada hakikatnya), tangan Allah di atas tangan mereka (dengan ilmu, kekuasaan, dan pengawasan-Nya), maka barang siapa yang melanggar (membatalkan janji), sesungguhnya ia melanggar atas dirinya sendiri (kerugiannya kembali kepadanya), dan barang siapa yang menepati apa yang ia janjikan kepada Allah (tetap di atas janji), maka Allah akan memberinya pahala yang besar (balasan yang agung).

الكَلِمَاتُ المِفْتَاحِيَّةُ:

١) أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
الرِّسَالَةُ: إِبْلَاغُ الحَقِّ وَالشَّهَادَةُ عَلَى الخَلْقِ.
Risalah adalah menyampaikan kebenaran dan menjadi saksi atas manusia.

البِشَارَةُ وَالنِّذَارَةُ: التَّرْغِيبُ وَالتَّرْهِيبُ.
Kabar gembira dan peringatan adalah dorongan dan ancaman.

٢) لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ
الإِيمَانُ: التَّصْدِيقُ وَالْإِذْعَانُ.
Iman adalah pembenaran dan ketundukan.

٣) وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ
تَعْزِيرُ الرَّسُولِ وَتَوْقِيرُهُ: نُصْرَتُهُ وَتَعْظِيمُهُ.
Menolong dan memuliakan Rasul adalah mendukung dan mengagungkannya.

٤) وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
التَّسْبِيحُ: تَنْزِيهُ اللَّهِ دَائِمًا.
Tasbih adalah mensucikan Allah secara terus-menerus.

٥) يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ
البَيْعَةُ لِلَّهِ: العَهْدُ مَعَ اللَّهِ.
Baiat kepada Allah adalah janji dengan Allah.

٦) يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ
مُرَاقَبَةُ اللَّهِ: إِحَاطَتُهُ وَعِلْمُهُ وَقُدْرَتُهُ.
Pengawasan Allah adalah pengetahuan, kekuasaan, dan kehadiran-Nya.

٧) فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ
نَقْضُ العَهْدِ: الضَّرَرُ يَرْجِعُ عَلَى صَاحِبِهِ.
Melanggar janji adalah kerugian kembali kepada pelakunya.

٨) وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهِ اللَّهَ
الوَفَاءُ بِالعَهْدِ: الثَّبَاتُ عَلَى الطَّاعَةِ.
Menepati janji adalah tetap dalam ketaatan.

٩) فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
الأَجْرُ العَظِيمُ: الثَّوَابُ الكَبِيرُ.
Pahala besar adalah balasan yang agung.

القَاعِدَةُ:
الرِّسَالَةُ + الإِيمَانُ + تَعْزِيرُ الرَّسُولِ وَتَوْقِيرُهُ + التَّسْبِيحُ + البَيْعَةُ لِلَّهِ + مُرَاقَبَةُ اللَّهِ + الوَفَاءُ بِالعَهْدِ + الأَجْرُ العَظِيمُ

Risalah, iman, memuliakan Rasul, tasbih, janji kepada Allah, merasa diawasi Allah, menepati janji, akan menghasilkan pahala besar.

القَاعِدَةُ بِصِيغَةٍ سَهْلَةٍ:
إِذَا صَحَّ الإِيمَانُ وَوُجِدَ الوَفَاءُ بِالعَهْدِ مَعَ اللَّهِ فَالنَّتِيجَةُ: الأَجْرُ العَظِيمُ، وَإِنْ وُجِدَ نَقْضُ العَهْدِ فَالنَّتِيجَةُ: الضَّرَرُ عَلَى النَّفْسِ.

Jika iman benar dan janji kepada Allah ditepati, maka hasilnya pahala besar. Jika janji dilanggar, maka kerugiannya kembali kepada diri sendiri.

مِثَالٌ تَطْبِيقِيٌّ:

الإِنْسَانُ إِذَا آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَعَظَّمَ دِينَهُ وَذَكَرَ اللَّهَ دَائِمًا، فَإِنَّهُ يَكُونُ فِي عَهْدٍ مَعَ اللَّهِ.
Seseorang ketika beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengagungkan agama-Nya, dan selalu berdzikir kepada Allah, maka ia berada dalam janji dengan Allah.

فَإِذَا وَفَى بِهَذَا العَهْدِ أَعْطَاهُ اللَّهُ أَجْرًا عَظِيمًا.
Jika ia menepati janji ini, Allah memberinya pahala besar.

وَإِذَا نَقَضَ العَهْدَ فَإِنَّمَا يَضُرُّ نَفْسَهُ.
Dan jika ia melanggar janji, maka ia merugikan dirinya sendiri.


Penyusun:
Dr. Ir. Adib Shururi, M.Pd.